Minggu, 28 Maret 2021

TARI NUSANTARA

A. GAGASAN TARI NUSANTARA


1. Tari Nusantara 

    Tari Nusantara adalah tarian daerah yang terdapat diseluruh daerah di Indonesia, contohnya jika kita menyebutkan Tari Bali berarti tarian tersebut berasal dari daerah Bali. Tari Nusantara juga dapat berupa tarian kreasi baru yang memperlihatkan ciri khas daerah asalnya. hal tersebut karena tari Nusantara dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman dan mengambil unsur-unsur gerak, iringan, kostum dan lainnya dari daerah asal tarian tersebut, salah satu contohnya adalah tarian karya koreografer Bagong Kussudiardja yang membuat tari Gema Nusantara. Tarian ini merupakan perpaduan dari berbagai unsur gerak yang mewakili hampir dari seluruh tarian yang ada di Indonesia. Iringan yang digunakan merupakan iringan musik yang sesuai dengan daerh asal gerak. 

 2. Konsep Garapan Tari Nusantara

    Konsep ini terbagi menjadi dua yaitu konsep barat dan konsep timur, tari Nusantara termasuk dalam konsep timur karena mirip dengan tari-tarian yang ada di dunia timur yaitu banyak memiliki gerakan yang rumit. Konsep timur menggunakan desain detail untuk garapan gerak dalam tariannya. Desain detail memusatkan pada gerak tangan, kaki, telapak, jari-jari dan kepala. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak tari-tarian Indonesia yang terkesan rumit. Kerumitan terletak pada koordinasi antara gerak bagian berikut. 

 a. Tangan Bagian tangan terbagi menjadi lengan atas, lengan bawah, telapak tangan dan jari-jari. Jenis gerak tangan antara lain tekuk siku, tekuk lengkung, ukel utuh dan ukel jugag. 
 b. Kaki Bagian kaki dibagi menjadi tungkai atas, tungkai bawah, telapak tangan dan jari-jari. Nama gerakannya beragam seperti kengser, trisig, tayungan, tranjalan dan srisig. 
 c. Badan Bagian badan dibagi menjadi puncak, cethik dan panggul. Beberapa nama gerakannya adalah golek lambung, angsel dan gitek untuk pundak, serta goyang pinggul atau egol untuk panggul. Selain gerakan yang rumit, konsep kostum tari Nusantara juga terkesan berat, rumit dan gemerlap. Tata riasnya disertai dengan tampilan rias yang mencolok dan sangat berbeda dengan tampilan sehari-hari. Tata riasnya adalah tata rias panggung yang relatif tebal untuk mempertegas garis-garis wajah dan perwatakan atau karakter tokoh yang diperankan.


3. Pola dan Sifat Gerak Tari Nusantara

    Garis gerak merupak garis imajiner yang dihasilkan oleh anggota gerak, secara garis besar, pola garis gerak yang dihasilkan dalam tari Nusantara dibagi menjadi dua yaitu garis simetris dan asimetris. 

MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN sebagai PEMIMPIN PEMBELAJARAN - KONEKSI ANTAR MATERI

  1. Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki  pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusa...