Kamis, 10 Maret 2022

TARI SIGRAK RONDA

Mengulas Singkat Karya 

Tari Sigrak Ronda

    karya: Tri Suwastri, S.Sn.


Tari Sigrak Ronda ialah salah satu karya tari yang saya ciptakan pada tahun 2019 dalam rangka mengikuti FLSSN (Festival Lomba Seni Siswa Nasional) cabang seni tari di tingkat SMK yang dilaksanakan di kantor Cabang Dinas Wilayah 7 Surakarta. Karya tari ini dibawakan oleh 5 siswa SMK Tunas Bangsa yang sebagian dari siswanya memang belum memiliki basic menari bermodal niat dan ketekunan berlatih. Dalam karya tari ini menceritakan tentang petugas ronda yang sigap dalam menghadapi situasi dan kondisi darurat, namun sebenarnya yang ingin dimunculkan pada karya tari ini adalah kegiatan ronda/ poskamling yang saat ini sudah mulai jarang ditemukan. Adanya kemajuan teknologi/ gedget seperti halnya kemunculan handphone yang kini lebih memudahkan orang untuk menjalin komunikasi tanpa memandang jarak, menjadi salah satu penyebab hilangnya kegiatan ronda/ poskamling. Yang dahulu bunyi kenthongan menjadi suatu pertanda terjadi suatu hal dikampungnya, kini semua informasi dapat tersebar dan diterima dengan mudah dengan teknologi handphone sekali kiat menulis dapat dijadikan story di whatsapp, facebook, intagram dan aplikasi lainnya.

berikut isi Sinopsis Tari Sigrak Ronda

Tari Sigrak Ronda ialah tari yang proses penggarapannya terinspirasi dari kegiatan ronda atau jaga malam. Kegiatan ronda sampai saat ini hampir hilang bahkan sudah jarang ditemukan di daerah pedesaan. Teknologi informasi yang semakin canggih membuat alat komunikasi tradisional menjadi semakin tergeser. Kenthongan merupakan alat komunikasi tradisional yang digunakan masyarakat pedesaan zaman dahulu sebagai penanda ada sesuatu yang terjadi dikampungnya. Pada karya tari sigrak ronda ini menggambarkan petugas ronda yang siap siaga berjaga malam tanggap dan cekatan. Di dalam karya tari ini juga dimunculkan suasana suka cita petugas ronda bercanda tawa dengan temannya untuk menghilangkan rasa lelah dan mengantuk.Hal yang ingin disampaikan dari karya tari ini ialah mengingatkan kembali masyarakat terhadap alat komunikasi tradisional kenthongan juga kegiatan ronda yang sekarang sudah tergeser adanya handphone sebagai alat komunikasi canggih membuat masyarakat seakan mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.


Tari ini dibawakan oleh murid kami SMK TUNAS BANGSA Tawangsari dari jurusan Teknologi Komputer dan Jaringan  dan jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga, yaitu 

1.     Devi Agustina Astuti

2.     Oshela Cantika

3.     Rizki Febri Rahmawati

4.     Venusha Nazra Loventdha

               5.     Vutian Srihiyayati 

Dalam tari ini saya mengeksplor property Sarung, Lincak,  Kenthongan, untuk iringan musik pada saat itu masih menggunakan musik editing yang diambil dari iringan musik tari tampah bubrah dan tari dolanan, belum menggunakan musik orisinil dari rekaman.

Kebetulan  karya tari ini mendapatkan Juara 3 ketika maju di Cabang Dinas Wilayah 7 kota Surakarta, kami berhasil membawa pulang piala untuk sekolah kami SMK Tunas Bangsa meskipun masih diposisi 3 namun, kami bangga bisa mencapai diposisi itu, karena membutuhkan perjuangan yang tidak mudah untuk berada diposisi itu, tidak hany berhenti disitu karya tari ini juga mendapatkan undangan untuk mengisi acara di tingkat kecamatan sebagai tari sambutan.


Mengikuti lomba FLS2N di Cabang Dinas Wilayah 7 kota Surakarta, memperoleh Juara 3 dari SMK Tunas Bangsa Tawangsari.




Pementasan Tari Sigrak Ronda di Cabang Dinas Wilayah 7 kota Surakarta, Juli 2019.

Pementasan Tari Sigrak Ronda dalam acara REMBUG MADYA dan EXPO KTNA Kabupaten Sukoharjo, Oktober 2019.


#SMK Tunas Bangsa Tawangsari, 10 Maret 2022#fls2nsenitari2019#cabdin7ska.

Tidak ada komentar:

MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN sebagai PEMIMPIN PEMBELAJARAN - KONEKSI ANTAR MATERI

  1. Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki  pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusa...